MENSTRUASI & KEHAMILAN

mens21

MENSTRUASI

Ketika wanita mencapai pubertas, maka organ-organ reproduksinya akan berkembang. Perkembangan organ tersebut diikuti dengan terjadinya menstruasi (datang bulan atau haid). Menstruasi merupakan siklus bulanan yang ditandai oleh pengeluaran darah dan sekreta (hasil pengeluaran kelenjar) dari vagina.

Menstruasi dipengaruhi oleh peningkatan aktivitas hormon-hormon reproduksi antara lain: progesteron, estrogen, folicle-stimulating hormone (FSH), luteinizing hormone (LH), dan luteotropic hormon (LTH)Estrogen dan progesteron dihasilkan oleh ovarium (indung telur), sedangkan FSH, LH, dan LTH dihasilkan oleh kelenjar pituitari (hipofisis)yang mengeluarkan hormon langsung ke aliran darah. Kelenjar pituitari berperan penting dalam mengatur fungsi-fungsi endoktrin.

Siklus Menstruasi

Siklus menstruasi dimulai dengan proses ovulasi, yaitu pelepasan ovum (sel telur) yang sudah matang dari ovarium. Proses ovulasi dipengaruhi oleh hormon FSH, sedangkan pematangan sel telur dipengaruhi oleh LH. Apabila ovum dibuahi oleh sel sperma, maka hasil pembuahan akan menempel pada endometrium (dindingrahim)yang telah menebal . Akan tetapi apabila proses pembuahan tidak terjadi, maka endometrium mengalami peluruhan. Proses pengeluaran endometrium ini dikenal dengan sebutan menstruasi. Pada umumnya siklus menstruasi terjadi dalam periode 28 hari, namun siklus ini dapat saja terjadi dalam 23 hari atau 35 hari. Adapun pengeluaran darah menstruasi bisa berlangsung sekitar 3 – 7 hari.

Minggu ke-1: Lapisan rahim pecah dan keluar sebagai aliran darah haid melalui vagina.

Minggu ke-2: Lapisan menebal kembali sebagai persiapan untuk sel telur berikut yang menjadi matang dalam indung telur.

Minggu ke-3: Sel telur matang lepas dari indung telur. Sel telur dapat dibuahi selama 36 jam dalam saluran telur.

Minggu ke-4: Sel telur mencapai rahim, lalu tertanam jika dibuahi, atau pecah jika tidak dibuahi.

Menarche (menstruasi pertama)

Menstruasi pertama biasanya dialami oleh seorang wanita pada usia 12 – 14 tahun. Apabila menstruasi belum terjadi pada usia 16 tahun, maka perlu pemeriksaan ginekolog. Menarche biasanya diikuti perkembangan payudara dan rahim serta pertumbuhan rambut pada bagian sekitar kemaluan.

PMS (Pre-Menstrual Syndrome)

Pre-MenstruasiSyndrome (PMS) adalah kondisi tidak nyaman bagi seorang wanita sebelum sampai menstruasi. PMS disebabkan oleh aktivitas hormon estrogen dan progesteron selama siklus menstruasi. Pada umumnyaPMS ditandai dengan perubahan emosi (mudah marah, depresi, dan sulit tidur), gangguan pencernaan ( mual, muntah, dan sulit buang air besar), peningkatan berat badan, timbulnya jerawat, dan pusing.

Gangguan Siklus Menstruasi

Wanita dapat mengalami gangguan menstruasi seperti dismenore, amenore dan menoragia.

Dismenore adalah rasa nyeri dan kram pada perut bawah selama menstruasi, biasanya timbul pada hari pertama dan kedua.

Amenore adalah kondisi tidak adanya menstruasiselama lebih 3 bulan. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain abnormalitas organ reproduksi, ketidakseimbangan hormon, dan kehamilan.

Menoragia adalah perdarahan yang berlangsung lebih dari 7 hari dan dalam jumlah yang lebih banyak dari kondisi normal.

Perhitungan Terjadinya Ovulasi

Dalam periode siklus menstruasi 28 hari, ovulasi biasanya terjadi pada hari ke 14. Untuk periode siklus di luar 28 hari, ovulasi dihitung sebagai berikut:

OVULASI = PERIODE SIKLUS – 14

Misalnya, apabila siklus menstruasi seorang wanita adalah 30 hari, maka ovulasi terjadi pada hari ke 16.

( Sumber dari: Ensiklopedi Umum untuk Pelajar #7 )

KEHAMILAN

Kehamilan adalah serangkaian proses perubahan pada jaringan atau organ tubuh seorang perempuan akibat perkembangan janin di dalam uterus (rahim). Periode ini dimulai dari proses fertilisasi atau pembuahan sel sperma terhadap ovum (sel telur) pada saluran reproduksi dan implantasi (melekatnya) embrio pada endometrium (dinding rahim). Pada umumnya kehamilan diikuti dengan proses kelahiran bayi.

Proses fertilisasi terjadi di dalam tuba fallopi (saluran telur). Pada kondisi normal, ovum hanya dapat dibuahi oleh satu sel sperma. Ovum yang telah dibuahi akan mengalami pembelahan, mulai dari fase zigot sampai fase morula, fase blastula dan fase tropoblas.

Tanda Kehamilan

Kehamilan dapat ditandai dengan beberapa hal. Darah dan air seni pada perempuan yang hamil mengandung hormon human chorionic gonadotropin (HCG) yang merangsang aktivitas ovarium dan pembentukan plasenta.

Wanita yang sedang hamil tidak mengalami menstruasi atau mengalami amenorea. Selain itu, kehamilan juga ditandai dengan rasa mual dan muntah pada pagi hari, terutama pada bulan pertama kehamilan, mengidam, peningkatan frekuensi buang air kecil (akibat tertekannya kandung kencing oleh rahim yang membesar), dan pembesaran payudara.

Periode Kehamilan

Masa kehamilan dapat dibagi dalam 3 periode, yaitu trimester I, II, dan III.

Pada trimester I, periode 3 bulan pertama berlangsung pada saat usia kehamilan 0 – 12 minggu. Periode ini merupakan awal pembentukan organ-organ tubuh janin.

Pada trimester II, ketika kehamilan berusia 12 – 28 minggu, organ-organ tubuh janin telah terbentuk secara lengkap meskipun belum sempurna.

Pada trimester III, ketika kehamilan berusia 28 – 42 minggu terjadi penyempurnaan organ tubuh janin.

Pemeriksaan kehamilan sebaiknya dilakukan sebulan sekali selama trimester I dan II. Pada tahap selanjutnya dilakukan 2 minggu sekalisetelah usia kehamilan 28 minggu, dan seminggu sekali setelah usia kehamilan 36 minggu.

Hal ini dimaksudkan agar pertumbuhan dan perkembangan janin serta kondisi kesehatan ibu hamil dapat terpantau. Beberapa pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pengukuran tinggi dan berat badan, serta pemberian suplemen atau vitamin.

Plasenta dan Air Ketuban

Plasenta atau ari-ari merupakan organ atau jaringan yang terbentuk di dalam rahim pada saat usia kehamilan 16 minggu. Organ ini akan tumbuh hingga mencapai sekitar 500 g seiring dengan pertumbuhan janin dan pembesaran rahim. Plasenta berbentuk bulat dengan diameter sekitar 15 – 20 cm dan ketebalan sekitar 2,5 cm. Organ ini dilengkapi dengan tali pusat yang panjangnya sekitar 50 cm. Tali pusat berfungsi sebagai penghubung antara sistem peredaran darah janin dan sistem peredaran darah itu. Selain plasenta, perkembangan janin juga disertai dengan pembentukan air ketuban. Air ketuban berwarna putih agak keruh dan berbau khas. Cairan ini tersusun dari komponen air, garam anorganik, lemak dan rambut halus janin. Air ketuban berfungsi untuk melindungijanin dari benturan, menjaga temperatur tubuh janin, memberi ruang gerak janin agar dapat bergerak secara bebas, serta melancarkan proses persalinan.

( Sumber dari: Ensiklopedi Umum untuk Pelajar #5 )