CERVICAL CANCER

Cervical cancer or cervical cancer is cancer that occurs in the area of ​​female reproductive organs located between the uterus and vagina. This cancer usually occurs in women who have sex. This type of cancer is that the cancer can be prevented or cured compared to other types of cancer.

CHARACTERISTICS

Characterized by the growth of cells on the cervix that is not normal. But before they become cancer cells, these cells undergo several changes that took many years to finally turn into cancer cells. During the process of change, appropriate treatment can stop the abnormal cells. In order to determine the presence of abnormal cells do inspection called pap smear test, which is taking cervical cells and then examined under a microscope to determine the changes that occur.

ImageImage

TREATMENT:

If changes are known as early as possible:

1. Heating, diathermy or laser.

2. Cone biopsy, take a few cells of the uterus, including the changes to be examined.

If the disease has reached the stage of pre-cancer:

1. Operation, namely by taking the cancerous area, usually the uterus and cervix.

2. Radiotherapy, which uses high-powered X-rays can be done internally or externally.

The risk of cervical cancer:

> Any women who had sexual intercourse

> Having sex with a different partner

> Smoking, women smokers have a greater risk of cervical cancer

> Many of birth

> Most infections in the genital area

Sources: KOMPAS, The Macmillan Visual Dictionary, http://dokter.indo.net.id

Kanker Leher Rahim (Kanker Serviks)

Kanker leher rahim atau kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada daerah organ reproduksi wanita yang terletak antara rahim dan vagina. Kanker ini umumnya terjadi pada wanita yang sudah berhubungan seksual. Kanker jenis ini adalah kanker yang paling dapat dicegah atau disembuhkan dibandingkan jenis kanker lainnya.

TANDA-TANDA

Ditandai dengan pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang tidak normal. Tetapi sebelum menjadi sel kanker, sel-sel tersebut mengalami beberapa perubahan yang memakan waktu bertahun-tahun sampai akhirnya berubah menjadi sel-sel kanker. Selama proses perubahan, pengobatan yang tepat dapat menghentikan sel-sel abnormal tersebut. Untuk dapat mengetahui kehadiran sel-sel abnormal dapat dilakukan pemeriksaan yang disebut pap smear test, yaitu pengambilan sel leher rahim kemudian diperiksa dibawah mikroskop untuk mengetahui perubahan yang terjadi.

ImageImage

PENGOBATAN:

Jika perubahan diketahui sedini mungkin:

1. Pemanasan, diathermy atau dengan sinar laser.

2. Cone Biopsi, mengambil sedikit sel-sel rahim, termasuk yang mengalami perubahan untuk diperiksa.

Jika penyakit sudah sampai tahap pre-kanker:

1. Operasi, yaitu dengan mengambil daerah yang terserang kanker, biasanya uterus beserta leher rahimnya.

2. Radioterapi, yaitu menggunakan sinar X berkekuatan tinggi yang dapat dilakukan secara internal maupun eksternal.

Resiko terserang kanker leher rahim:

>Setiap wanita yang pernah berhubungan seksual

>Berhubungan seksual dengan pasangan yang berbeda-beda

>Merokok, wanita perokok mempunyai resiko yang lebih besar terserang kanker leher rahim

>Banyak melahirkan

>Sering menderita infeksi di daerah kelamin

Sumber: KOMPAS, The Macmillan Visual Dictionary, http://dokter.indo.net.id

Langkah Sederhana Menghindari Anemia

Anemia (kekurangan zat besi) merupakan permasalahan yang kerap dijumpai di negara berkembang. Rata-rata penderitanya adalah anak-anak dan perempuan dewasa. Survei Kesehatan Rumah Tangga tahun 2001 menunjukkan bahwa anemia terjadi pada balita 0 – 5 tahun sekitar 47%, usia sekolah dan remaja sekitar 26,5% dan wanita usia subur sekitar 40%.

Anemia bisa disebabkan beberapa hal, antara lain kurangnya zat besi pada tubuh, infeksi cacing tambang atau pendarahan. Akibat lebih lanjutnya, anemia dapat menyebabkan turunnya produktivitas kerja karena timbulnya gejala lemah dan kurang tenaga. Sedangkan pada anak dapat menghambat perkembangan kecerdasannya dan pada wanita hamil juga dapat menyebabkan janin kurang gizi bahkan menjadi penyebab kematian ibu.

Untuk itu, ada beberapa hal yang dapat dilakukan:

Pertama, mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi secara teratur. Zat besi tersebut bisa ditemukan di daging sapi dan ayam, hati, telur, kacang-kacangan, kentang, ikan, nasi, roti gandum dan sayuran berdaun hijau.

Sayuran hijau yang dimaksud seperti daun bayam dan daun katuk yang direbus, yang dipercaya dapat menanggulangi masalah anemia. Akan tetapi, sebaiknya jangan menkonsumsi daun katuk lebih dari 50 gram daun segar per hari secara terus menerus dalam kurun waktu yang lama.

Kedua, jagalah kebersihan lingkungan untuk menghindari terkena penyakit cacing tambang yang menjadi salah satu penyebab penyakit anemia.

Ketiga, anemia juga dapat ditanggulangi dengan mengkonzat besi. sumsi obat yang mengandung 150 – 200 mg. Namun tentu saja pengobatan semacam ini harus dengan petunjuk dokter. Akan lebih baik bila anda mulai merasa mengalami beberapa gejala anemia seperti mudah lelah, pucat, berkurangnya konsentrasi atau sakit kepala dan telinga berdengung, segera berkonsultasi dengan dokter. Dari sini akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan pengobatannya pun disesuaikan dengan penyebab dari anemia tersebut, apakah karena kurangnya asupan makanan yang mengandung zat besi, karena pendarahan atau adanya infeksi cacing tambang.

Keempat, sebaiknya imbangi konsumsi zat besi dengan makanan yang kaya denagn vitamin C yang banyak terdapat didalam buah-buahan karena dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi.

Sumber: Harian KOMPAS

Angin Duduk (Angina Pectoris)

Pernahkah anda mendengar tetangga meninggal karena angin duduk? Angin duduk yang ditemui masyarakat ini, secara medis dinamakan angina pectoris.

Angina Pectoris adalah perasaan tidak nyaman pada dada yang terjadi karena kurangnya oksigen pada otot jantung.  Kurangnya oksigen pada otot jantung ini disebabkan karena terjadi penyempitan pada pembuluh darah jantung khususnya arteri coronaria. 

Pengobatan

Angina pectoris dapat dibagi menjadi beberapa subset klinik yaitu nagina pectoris stabil, angina pectoris tidak stabil, dan angina pectoris prinzmental.

Angina pectoris stabil mempunyai pola yang tetap dalam 30 hari dan tidak lama 15 menit. Angina ini dapat dicetuskan kembali oleh karena kegiatan fisik, emosi yang berlebihan, dan kadang-kadang sesudah makan.

Angina pectoris tidak stabil mempunyai pola yang berubah-ubah baik dari segi frekuensi, parahnya, lama sakitnya atau faktor pencetusnya. Sedangkan Angina Prinzmental terjadi pada waktu istirahat (seringkali pagi hari).

Gejala dari angina pectoris adalah sakit dada di tengah yang dapat menyebar ke salah satu atau kedua tangan, leher atau punggung. Sakit dada ini bersifat tegang tidak enak atau tertekan atau berat atau seperti diperas atau pegal.

Faktor-faktornya yang terbukti dapat meningkatkan resiko terkena angina pectoris adalah riwayat keluarga, obesitas, perokok, kencing manis, kolesterol tinggi, atau hipertensi.

Tujuan utama dari pengobatan angina pectoris adalah mengurangi gejala dan mengurangi kemungkinan yang dapat terjadi pada masa yang akan datang terutama miokard iskemia dan kematian. Maka dari itu, alangkah baiknya bila kita dapat mengurangi faktor-faktornya resiko agar kita dapat mencegah terjadinya kemungkinan yang buruk.

Bila anda merasakan gejala di atas, sebaiknya cepat periksakan ke dokter atau layanan kesehatan terdekat agar dapat diperiksa lebih lanjut seperti rekam jantung (ekg) atau arteriografi koroner dan mendapatkan penanganan sedini mungkin. Sebaiknya meminta bantuan orang lain untuk ke layanan kesehatan dan jangan mengendarai kendaraan sendiri. (dr. Jeffy Winarta Wahjudi)

Sumber: Harian Bali Post.