Belum Ada Judul

     Mengapa begitu susah jari jemari ini untuk menulis kata demi kata untuk  mengawali satu kalimat. Padahal begitu banyak hal-hal yang berseliweran bergantian memenuhi ruang imajinasiku. Bukan hanya imajinasi saja, bahkan perihal yang nyata, yang riil. Ada banyak cerita tentang kehidupan. Dan satu sama lain tentu berbeda walau dengan cerita yang sama. Hal yang paling menggelitik benakku adalah tentang penggalan hidup beberapa teman di sekelilingku. Satu demi satu jalan hidup mereka tidak seperti yang aku harapkan. Dengan sebab yang berbeda kehidupan rumah tangga mereka hancur berantakan.

     Seperti menunggu giliran, dalam jangka waktu tertentu aku mendengar kabar yang membuat hatiku miris. Walau bagaimana pun aku ikut merasakan apa yang mereka rasakan. Kadang timbul pertanyaan, apakah karena mereka berteman denganku? Seperti ada benang merah yang kalau ditarik menyisakan satu kesimpulan. Kadang terbersit pikiran aneh, aku takut apabila aku hubungkan satu cerita ke cerita yang lain, seperti ada kesamaan, kemiripan kisah hidup antar teman-temanku.

     Lembar 1

     “Ayo masuk mbak Re …!” mbak Nisa mempersilakan aku untuk masuk rumahnya. Seperti biasanya aku langsung masuk mengikuti dia.

(bersambung)