Selamat Hari Ibu

Senin, 22 Desember 2008

Sekian puluh tahun aku menjadi anak, dan sekian puluh tahun juga aku menjadi seorang ibu, belumlah satu kali pun aku mengucapkan: ‘Selamat Hari Ibu’ untuk ibuku. Hal ini memang tidak dibudayakan dalam keluargaku. Tapi…hal ini bukan berarti hubungan antara aku dan ibuku tidak baik. Ibu, ibu, ibu, setelah itu baru bapak. tiga kali bagi aku belum cukup, walaupun tidak bermaksud mengecilkan arti seorang bapak.
Bagiku Ibu adalah bayangan ‘roh’ku, kemanapun aku pergi serasa ibu mengikutiku melalui doa-doanya yang tulus. Restunya adalah pembuka langkahku. Kebahagiaannya adalah penyemangat hidupku.
Hari ini, aku berdoa untuk kesehatan, kebahagiaan, ketenangan, dan kemudahan untuk ibuku, dan tentu semua keluargaku. Tadi Ninta (anakku yg.pertama) telepon dari Bandung, dia mengucapkan: Selamat Hari Ibu, Mah! kalimat singkat yang sebelumnya tidak pernah aku ucapkan pada ibuku. Di ‘hape’ku ada sms dari suamiku juga mengucapkan hal yang sama.
Tapi yang paling penting, perhatian dan kasih sayang kita pada ibu, adalah hal yang sangat dibutuhkan ibu. OK. SeLAmaT HAri IbU, buat para ibu dimanapun berada.