Selamat Hari Pahlawan

10-11-12 (10 November 2012)

10 November 1945

Surabaya, merupakan tempat pertempuran antara tentara Indonesia dengan pasukan Belanda setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Image

Bung Tomo, salah satu pemimpin revolusioner Indonesia, yang menggerakkan semangat perlawanan.

Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan berskala besar, yang diawali dengan pengeboman udara ke gedung-gedung pemerintahan Surabaya, dan kemudian mengerahkan sekitar 30.000 infanteri, sejumlah pesawat terbang, tank, dan kapal perang.

Di luar dugaan pihak Inggris yang menduga bahwa perlawanan di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo tiga hari, para tokoh masyarakat seperti pelopor muda Bung Tomo yang berpengaruh besar di masyarakat terus menggerakkan semangat perlawanan pemuda-pemuda Surabaya sehingga perlawanan terus berlanjut di tengah serangan skala besar Inggris.

Tokoh-tokoh agama yang terdiri dari kalangan ulama serta kyai-kyai pondok Jawa seperti KH. Hasyim Asy’ariKH. Wahab Hasbullahserta kyai-kyai pesantren lainnya juga mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat sipil sebagai milisi perlawanan (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kyai) shingga perlawanan pihak Indonesia berlangsung lama, dari hari ke hari, hingga dari minggu ke minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran skala besar ini mencapai waktu sampai tiga minggu, sebelum seluruh kota Surabaya akhirnya jatuh di tangan pihak Inggris.

Setidaknya 6,000 – 16,000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 200,000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya. Korban dari pasukan Inggris dan India kira-kira sejumlah 600 – 2000 tentara. Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada hari 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekarang.

Sumber: Wikipedia

CERVICAL CANCER

Cervical cancer or cervical cancer is cancer that occurs in the area of ​​female reproductive organs located between the uterus and vagina. This cancer usually occurs in women who have sex. This type of cancer is that the cancer can be prevented or cured compared to other types of cancer.

CHARACTERISTICS

Characterized by the growth of cells on the cervix that is not normal. But before they become cancer cells, these cells undergo several changes that took many years to finally turn into cancer cells. During the process of change, appropriate treatment can stop the abnormal cells. In order to determine the presence of abnormal cells do inspection called pap smear test, which is taking cervical cells and then examined under a microscope to determine the changes that occur.

ImageImage

TREATMENT:

If changes are known as early as possible:

1. Heating, diathermy or laser.

2. Cone biopsy, take a few cells of the uterus, including the changes to be examined.

If the disease has reached the stage of pre-cancer:

1. Operation, namely by taking the cancerous area, usually the uterus and cervix.

2. Radiotherapy, which uses high-powered X-rays can be done internally or externally.

The risk of cervical cancer:

> Any women who had sexual intercourse

> Having sex with a different partner

> Smoking, women smokers have a greater risk of cervical cancer

> Many of birth

> Most infections in the genital area

Sources: KOMPAS, The Macmillan Visual Dictionary, http://dokter.indo.net.id

Emosi Jiwa

Jiwa yang rapuh

Jiwa yang labil

Jiwa yang terombang-ambing …

… Entah untuk yang keberapa kalinya kondisi seperti ini berulang kembali…

mempermainkan perasaan, mengoyak hati yang paling dalam, …ingin menyudahi…ingin mengakhiri…tapi ada perasaan lain yang selalu menarik kembali untuk selalu tetap bersemayam dalam hati yang sudah bertuan…

…Entah untuk yang keberapa kalinya jiwa yang lemah kembali tegar…

perlahan menuntun hati yang sempat terkulai menata kembali menjadi semangat, seperti saling takut kehilangan, saling memberi toleransi, saling memberi semangat dan saling mendoakan…

…Saat tersadar akan keaadaan…bahwa semua itu tak mungkin menjadi kenyataan, kembali jiwa yang menjadi korban…menjadi sasaran…saling melukai untuk menutupi rasa sayang…

Dalam hati yang paling dalam…ada dua hati yang saling bicara…saling menyentuh…sesungguhnya cinta itu abstrak…cinta itu absurd… kadang kita tidak mengetahui mau dibawa kemana hati kita…kita mencoba mengikuti…dia lari menjauh, begitu sebaliknya.

Berlindung kepadaNya dan memohon petunjukNya adalah langkah yang utama …karena Dia lah yang mengatur dan menetapkan jalan hidup hambaNya …

*Semoga ada keajaiban ‘kembali’

(catatan harian: Someone Like You) >Wednesday

ULtah Ninta

G.A Rilis Cininta

Seuntai doa belumlah cukup untuk mengharapkan, mendoakan Ninta agar diberi kesehatan, kebaikan, kesuksesan, bisa hidup lebih baik, bisa menjadi pribadi yang menarik, bisa menuai sukses dalam segala hal, bisa selalu sayang sama keluarga, bisa menyayangi sesama, bisa menjadi lebih dewasa, …semua yang terbaik buat Ninta, dan yang paling penting agar Allah selalu melindungi Ninta, dihindarkan dari hal-hal yang buruk….amin….(Luv Ninta…:mamah)

Image

AwaL MeLangKah

Selamat Pagi, Nusantara !

Berawal dari Rumah Kecil 13 aku melangkah menjemput pagi.Selangkah demi selangkah kupijakkan kaki, menelusuri jalan yang kadang  terjal dan berduri.
Dan memang harus seperti itu, bila ingin hidup kita lebih berarti, bisa merasakan pahit getirnya kehidupan, supaya bila sampai pada puncaknya, kita bisa selalu melihat ke bawah, mengingat betapa sulitnya kita meraih kesuksesan.
Hal itu akan berguna untuk diri kita agar jangan sampai memandang sebelah mata pada orang yang segala sesuatunya ada di bawah kita.

Pepatah mengatakan: ‘di atas langit masih ada langit’

Takdirku

Aku adalah satu dari butiran debu,

yang terbang terbawa angin

Aku adalah satu dari butiran pasir,

yang terseret air pasang

Aku adalah setitik embun,

yang tertinggal di helai daun

Aku adalah jiwa yang pasrah

Aku adalah raga yang tegar

Takdirku adalah ketetapanMU

Rabu, 1 Oktober 2008

1 Syawal 1429 H

Kita datang dari masa lampau

Kita hadir di masa kini

Kita berangkat ke masa depan

dan Kita berakhir di masa kini

atau di masa depan

‘Obsesikoe’

Di usia yang sudah menjelang, masih banyak obsesiku yang hilang terbuang. Tapi gak putus harapan selama masih diberi hidup oleh Sang Pemilik Hidup, kita wajib, kudu, dan harus tetap berjuang.

Ada banyak pengharapan yang kadang kita nggak sadar bahwa kita sudah meraihnya, tapi kita terlalu berambisi hingga kita tak merasakannya.

Obsesi bagi aku adalah pencapaian hidup.

Pengen punya usaha ‘kaos oblong’ sendiri.

Semoga suatu saat bisa terwujud. Amin.