Long time no see…

Posting terakhir tahun 2016 …sekarang sudah tahun 2019, semenjak tidak menggunakan laptop agak ‘malas’ untuk memposting sesuatu, dikarenakan harus ‘zoom’ untuk melihat semua postingan.

Kabar terbaru dari saya…sekarang saya sudah mempunyai dua orang cucu, dua-duanya perempuan, usia 4 tahun dan 2 tahun. Akhir-akhir ini saya lebih sering menghabiskan waktu dengan cucu saya. Tapi tidak setiap waktu, karena saya tinggal di kota yang berbeda dengan cucu saya.

Ada kerinduan untuk memposting kembali kegiatan-kegiatan yang saya lakukan, membagikan foto-foto yang berhasil saya abadikan…

Untuk hari ini…cukup itu saja dulu…

Salam…🤗😊

 

12-12-12

Sekedar saja…

Tak ada ide sedikit pun untuk menuliskan sesuatu hal yang menarik pada tanggal (spesial) ini, angka triple 12, tak ada alasan untuk menyebutnya istimewa, karena tak ada peristiwa yang luar biasa.

Oh iya, tadi pagi anakku yang bekerja sebagai team kreatif di salah satu stasiun TV terkemuka di Indonesia ikut menjadi peserta dalam acara ‘Ranking 1’, dalam rangka menyambut ulang tahun TV tersebut.

Aku masih menunggu sampai batas akhir malam nanti, semoga sesuatu yang berkah bisa datang dalam kehidupanku. Tidak untuk tanggal ini saja, pasti untuk tanggal dan hari-hari berikutnya…Amin!

Dua Permata Hatiku

Jakarta, Jumat, 24 Agustus 2012

Hampir selama bulan Ramadhan aku habiskan waktu di Yogyakarta dan Haurgeulis, aku pulang ke Denpasar hanya beberapa hari saja. Bukan kemauanku, itu semua aku lakukan demi anakku Refi Devangga. Dari mengantar tes masuk Perguruan Tinggi sampai menghadiri undangan para orang tua yang anaknya diterima di Universitas Atma Jaya, maklum karena pekerjaan, bapaknya melimpahkan tugas itu kepadaku. Alhamdulillah anakku diterima di Fakultas Arsitektur.

Karena sudah mendekati lebaran, tanggung mau pulang ke Denpasar, suami sudah mengijinkan aku untuk berlebaran di rumah orang tuaku di Haurgeulis. Anak perempuanku Rilis Cininta baru bisa datang setelah sholat Ied, karena pas malam takbiran dia masih bekerja untuk sebuah acara ‘live’ di sebuah stasiun TV. Tidak seperti keluarga lainnya kami terbiasa untuk tidak selalu bersama dalam beberapa hal. Suamiku mengatakan, kita jalani dan nikmati saja dengan ikhlas, yang penting kita selalu berdoa dan selalu merasa bersama.

Hari ini hari ketiga aku di Jakarta, aku ingin mengetahui tempat tinggal dan bekerja anakku Rilis Cininta. Sebagai seorang ibu tentu mempunyai kekhawatiran terhadap anak-anaknya terutama anak perempuan. Aku bangga terhadap anakku yang  bisa hidup mandiri di kota yang sebelumnya tidak pernah dia kenal. Dan aku bersyukur dia mempunyai calon pendamping yang begitu baik dan perhatian (amin…).

Beberapa hari lagi sebelum pulang ke Denpasar aku berencana ke Yogya lagi, menengok anak lelakiku Refi Devangga dan melengkapi beberapa yang dia perlukan. Aku harus agak ekstra perhatian terhadap dia, karena untuk pertama kalinya dia hidup jauh dari orang tua dan dia belum bisa mengatur keuangan, selalu tekor. Kalau aku ingatkan beberapa hal dia selalu mengatakan: ‘mamah tidak percaya sama Refi’ … agak alot juga menghadapi dia…ekstra sabar…maklum anak bungsu. Tapi ada ‘sms’ dia yang membuatku terharu…

Apa pun dan bagaimana pun anak-anakku…aku selalu mendoakan yang terbaik buat mereka berdua. Doa seorang ibu adalah KEWAJIBAN.

Wish me luck!

Renungan

Kalau dilihat dari angka, umurku bertambah….tapi kalau dilihat dari waktu yang sudah ditentukan Allah, usiaku berkurang. Alhamdulillah…sudah diberikan kenikmatan yang luar biasa, Kau berikan aku nafas gratis hingga detik  ini. Mengingat ke belakang, ternyata apa yang menjadi keinginanku satu per satu Kau kabulkan, mungkin bagi orang lain sepele…tapi bagi aku sungguh luar biasa. 

Ketika masih kuliah suka berkhayal ingin punya anak yang rambutnya ikal,  waktu itu melihat foto anak perempuan kecil di sebuah iklan majalah….lucuuu dan menggemaskan dengan rambutnya yang kriwil-kriwil. Ah itu hanya keinginan saja…dan berlalu begitu saja. Tapi………..setelah berumah tangga, pada saat anak pertama lahir (waktu itu rambut bayi masih belum kelihatan ikal), setelah agak besaran… lho…ternyata rambutnya ikal (sebenarnya ngikutin bapaknya hehe), alhamdulillah…

Waktu masih SMP punya tetangga anaknya ganteng, wajah tirus, hidungnya mancung,….tipe muka seperti itu menjadi terbawa-bawa sampai kuliah. Sampai akhirnya punya anak kedua, … ternyata wajahnya tidak jauh beda dengan apa yang aku inginkan, alhamdulillah lagi…

Yang tak kalah senangnya ketika Allah mempermudah proses aku melahirkan, semua normal dan cepat. Berlanjut waktu aku mendapat kerja… Engkau telah mempertemukan aku dengan orang-orang hebat…yang bisa memperluas pengetahuanku tentang segala hal, juga ketika Engkau memberi kemudahan pada anakku mendapatkan kerja….alhamdulillah…

Kemudian, ketika Engkau memberi jalan untuk mempertemukan aku dengan teman-teman dan sahabat-sahabat lamaku (termasuk mantan kali ya hehe…yang masih sangat baik terhadapku ), alhamdulillah…

Yang utama, Engkau telah pertemukan aku dengan orang yang sekarang menjadi pendamping hidupku. …..ALHAMDULILLAH ………

Keinginanku… aku bisa membahagiakan kedua orang tuaku, anak-anakku, suamiku, adik-adikku, keluargaku yang lain, sahabat-sahabatku, teman-temanku, ….

DAN…..Engkau lebih tahu apa yang aku butuhkan saat ini ya Allah, dan aku percaya pada saat yang tepat Engkau akan mengabulkan keinginanku itu…..AMIN…

00.33 Ninta: Mamah I luv u.. Happy birthday …
00.33 Refi : Happy birtday mom…you’re my everything…
(sms dr tempat yg berbeda dr kedua anakku)
Both Ninta n Refi were my life … luv u too.. 🙂

Bersama teman2 dan Pak Made Mangku Pastika (wkt msh menjabat sbg Kapolda Bali-sekarang Gubernur Bali)

Bawah: kedua anakku beranjak dewasa

Ninta: Mamah I luv u.. Happy birthday …

Refi : Happy birtday mom…you’re my everything…

Bawah: saat anakku masih kecil

G.A Rilis Cininta

Hari ini, Selasa, 3 April 2012, hari pertama anakku G.A Rilis Cininta memasuki dunia kerja. Suatu kebahagian yang sangat sulit untuk diungkapkan. Sebagai seorang ibu, aku salut dan bangga padanya, semangat untuk cepat bekerja begitu tinggi. Hanya doa yang tulus yang bisa kupanjatkan agar apa yang dia impikan dan cita-citakan bisa terwujud sesuai harapannya. 

Image

 Dalam setiap langkahmu…ada doa yang indah untukmu> Rilis Cininta   

G.A. LiRa Ferani

Tanggal 5, hari Rabu, bulan Februari 1997 (Lira Ferani)

Kalau saja dia ada…. saat ini dia berusia 15 tahun

Kalau saja dia ada…saat ini dia kelas 3 SMP

Kalau saja dia ada…hari-hari yang kulalui pasti berbeda

……….G.A. Lira Ferani…………

Hanya dua hari saja dia ada di dunia, itu pun harus dibantu selang oksigen dan  inkubator, karena dia terlahir prematur. Tapi apa pun yang sudah terjadi, semua menjadi kehendakNya. Semua milikNya. Semua keputusanNya. Pasti ada maksud yang baik buat kehidupanku kedepan. Aku percaya itu….dan aku yakin hal itu. Semoga dia mendapat tempat yang paling indah disisiNya. Amin………

1. G.A. Rilis Cininta

2. G.N. Refi Devangga

3. G.A. Lira Ferani (almh.)

Setiap hari begitu berarti …. (bagiku)

Ketika hati ingin bicara. Ada respon dari pikiran kita. Keduanya saling membaca, menawarkan kesepakatan-kesepakatan, menentukan pilihan-pilihan, mana yang pantas diperbincangkan, mana yang layak dipublikasikan. Ketika ada kesepakatan, tangan digerakan, … jari jemari menunggu perintah.

Tujuh belas hari sudah terlewati dalam bulan Januari ini. Begitu banyak dan beragam peristiwa yang menghiasi hari-hariku. Hitam putihnya hidup tetap akan selalu bergantian menyelingi setiap lembar kehidupanku. Aku tetap dan harus selalu mensyukurinya, apapun itu. Dari kita masih berada didalam kandungan , dari kita masih berupa segumpal darah, dari kita pertama kali diberi kehidupan, Tuhan sudah menetapkan garis kehidupan dan takdir kita. Tugas kita hanya menjalankan apa yang diperintahkanNya.

Kalimat yang sederhana, begitu mudah dan sangat dimengerti. Apakah benar semudah itu? Ternyata tidak! Akan banyak godaan, cobaan dan ujian dalam menjalaninya. Sebenarnya hanya ada satu jalan yang lurus sudah disediakan Tuhan dihadapan kita. Satu langkah saja kita terpeleset seluruh bagian tubuh kita ikut menanggungnya. Tetapi Tuhan itu maha Pemurah, maha Pengampun, Dia akan memberi kesempatan pada kita untuk menyeimbangkan lagi langkah kita. Hanya saja, kita sebagai manusia selalu ingin mengulang dan mengulangi kesalahan yang sudah kita perbuat, padahal kita tahu dan sadar bahwa sesungguhnya hal itu salah.

Sesungguhnya kita bisa menyetir pikiran kita. Bisa karena biasa. Sebelumnya aku set alarm jam 4.50 pagi,  atau jam 3.00 dini hari kalau itu di bulan ramadhan, begitu tiap hari, aku bangun saat alarm berbunyi. Hari-hari berikutnya, sebelum alarm berbunyi aku sudah terbangun duluan, seolah pikiranku yang di-set untuk bangun pada jam-jam tersebut.

Diawali pagi yang masih dingin, sampai sedikit demi sedikit matahari naik memberi kehangatan, sampai  arah matahari ada tepat diatas kepala kita, hingga matahari mulai condong lagi bersembunyi di kaki langit, akhirnya berganti malam. Pada saat inilah kita memutar ulang apa saja yang sudah kita lakukan dari mulai kita bangun hingga menjelang mau tidur. Seberapa banyak kita melakukan hal positif, itu yang paling penting.

Kejujuran. Satu kata ini modal utama yang harus aku pegang. Betapa aku harus berusaha untuk selalu berkata dan bersikap jujur. Walau kadang tidak setiap kejujuran yang aku lakukan berimbas baik buatku. Aku berusaha menjaga setiap lisanku agar jangan sampai menyinggung perasaan orang lain. Namun hal ini belum tentu diterima dan diartikan baik oleh beberapa orang.  Dari pengalaman itu, ada beberapa hal yang memang tidak perlu kita sampaikan dan harus kita simpan dalam hati. Tetapi yang terpenting bagiku adalah baik menurut Tuhan, bukan baik menurutku atau menurut beberapa orang.

Ada banyak alasan mengapa aku harus selalu bersyukur, karena begitu banyak nikmat yang sudah Tuhan berikan kepadaku. Mungkin orang lain lebih banyak lagi merasakan nikmat dibandingkan aku, tapi bagiku setiap sesuatu yang sudah aku rasakan sampai detik ini, tidak akan sama dengan apa yang dirasakan oleh orang lain.

Kegagalan dan kekecewaan dalam suatu hal itu wajar. Bangkit kembali dari keterpurukan itu diperlukan. Kita harus punya semangat, spirit dari diri kita sendiri paling penting. Kita belum tentu bisa bangun kalau kita belum pernah jatuh.

Masa lalu buatku ibarat cermin. Kita bisa memandang sesuatu di belakang kita tanpa harus menoleh. Saat kita bercermin, pandangan kita tertuju ke depan memandang bayangan diri kita. Jika kita merasa ada sesuatu yang kurang kita akan berusaha mematutnya agar terlihat lebih sempurna. Begitu pun dengan masa lalu, kita tak akan bisa kembali ke masa itu, namun setidaknya kita bisa berpijak dari pengalaman masa lalu untuk bisa memperbaiki diri agar hidup kita lebih berarti.

*Jarak yang paling jauh adalah masa lalu, walaupun baru kemarin, kita tak akan bisa menjangkaunya

KEGAGALAN 2% KB SUNTIK?

kb

Rabu, 5 Februari 1997

Pada saat itu usia kandunganku 6 bln lebih 2 minggu, tiba-tiba perutku sakit bukan kepalang, melilit-lilit gak karuan, langsung aku telpon suamiku. Gak pikir panjang langsung aku ke bidan, dikasi obat penguat, aku disuruh ‘bedrest’ dengan catatan  kalau sampai jam 1 masih sakit langsung ke rumah sakit. Ternyata memang sakit perutku malah menjadi-jadi. Ke RS langsung ke UGD, diperiksa, dokter bilang ini harus diangkat…aku pasrah…

Sampai akhirnya…bayi dalam kandunganku mendesak keluar…sakitnya melebihi sakit waktu melahirkan anak pertama dan kedua. Aku berharap bayiku lahir sempurna….alhamdulillah memang sempurna…lengkap…cuma…kenapa gak menangis? aku berdoa apapun yang terjadi dengan bayiku…yang terbaik untuknya…bayiku perempuan…lahir prematur…berat 1 kg, langsung dirawat di inkubator…2 hari bayiku di inkubator. Belum sempat aku mengelusnya, apalagi menyusuinya…bayiku sudah kembali ke pangkuan Allah S.W.T. Innalillahi wainna ilaihi roji’un…

Aku iklas seiklas-iklasnya…aku sempat merasa berdosa, karena sebelumnya aku gak tahu kalau aku lagi hamil, karena waktu itu aku menggunakan KB suntik, yang kadang menstruasi gak lancar, waktu merasakan mual aku pikir maagku lagi kumat, periksa ke dokter umum, dikasi obat. Aku suntik sesuai jadwal yang ada di kartu, termasuk pas lagi mual aku sempat suntik KB lagi karena sudah jadwal. tapi mualku gak hilang-hilang, malah bertambah pusing dan pengen makan yang asem-asem. Aku curiga jangan-jangan lagi ngidam, langsung tes urine di RS…kayak disamber petir aku kaget, takut, gemeter, hasil POSITIF, perasaanku seperti ini karena aku sempat suntik KB, aku takut janinku cacat akibat pengaruh obat KB.  Aku periksa lagi ke bidan tempat aku suntik KB, tes urine lagi dan ternyata memang positif, koq bisa? bidan bilang ini termasuk kegagalan 2% KB suntik. Sempat terpikir untuk menggugurkannya, ada teman ngasi tahu klinik yang bisa untuk menggugurkan. Semalam dua malam sulit tidur…stres…akhirnya aku dan suami sepakat untuk tetap memelihara kandunganku, apapun hasilnya nanti…dengan alasan…kita sudah berusaha menutupinya dengan berKB, tapi Tuhan masih memberi…kita tak kuasa untuk menolak…akhirnya aku mensyukurinya…dan tetap menjaga kandunganku…walaupun jujur…sering terlintas bagaimana keadaan janinku?

Sampai akhirnya…5 Februari 1997 hanya sebatas itu usia janinku dalam kandunganku…mungkin itu yang terbaik untuk anakku…Allah Maha Tahu dan Maha Bijaksana. LIRA FERANI nama yang kuberikan untuk bayi mungilku yang cantik…bibir mungil..hidung mancung…wajah tirus…Semoga kamu nyaman di pangkuan Tuhan…Amin…

Kemarin malam dia datang dalam mimpiku…dia lucu sekali…paginya saat aku bangun langsung lihat kalender sambil tanya suamiku…tanggal berapa sekarang? suamiku heran melihat aku…tanggal lima…lima…lima…ada apa sih? aduh syukur…belum terlewat…tgl 5 hari lahir anak kitaa…suamiku juga baru ingat…tadi aku mimpi anak kecil…pasti itu anak kita…maaf Lira…
Kalau saja kamu ada…kamu sekarang sudah kelas 1 SMP
I Love You Lira…

http://tampilmodis.multiply.com mamah persembahkan untuk kamu…Lira Ferani