Kanker Leher Rahim (Kanker Serviks)

Kanker leher rahim atau kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada daerah organ reproduksi wanita yang terletak antara rahim dan vagina. Kanker ini umumnya terjadi pada wanita yang sudah berhubungan seksual. Kanker jenis ini adalah kanker yang paling dapat dicegah atau disembuhkan dibandingkan jenis kanker lainnya.

TANDA-TANDA

Ditandai dengan pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang tidak normal. Tetapi sebelum menjadi sel kanker, sel-sel tersebut mengalami beberapa perubahan yang memakan waktu bertahun-tahun sampai akhirnya berubah menjadi sel-sel kanker. Selama proses perubahan, pengobatan yang tepat dapat menghentikan sel-sel abnormal tersebut. Untuk dapat mengetahui kehadiran sel-sel abnormal dapat dilakukan pemeriksaan yang disebut pap smear test, yaitu pengambilan sel leher rahim kemudian diperiksa dibawah mikroskop untuk mengetahui perubahan yang terjadi.

ImageImage

PENGOBATAN:

Jika perubahan diketahui sedini mungkin:

1. Pemanasan, diathermy atau dengan sinar laser.

2. Cone Biopsi, mengambil sedikit sel-sel rahim, termasuk yang mengalami perubahan untuk diperiksa.

Jika penyakit sudah sampai tahap pre-kanker:

1. Operasi, yaitu dengan mengambil daerah yang terserang kanker, biasanya uterus beserta leher rahimnya.

2. Radioterapi, yaitu menggunakan sinar X berkekuatan tinggi yang dapat dilakukan secara internal maupun eksternal.

Resiko terserang kanker leher rahim:

>Setiap wanita yang pernah berhubungan seksual

>Berhubungan seksual dengan pasangan yang berbeda-beda

>Merokok, wanita perokok mempunyai resiko yang lebih besar terserang kanker leher rahim

>Banyak melahirkan

>Sering menderita infeksi di daerah kelamin

Sumber: KOMPAS, The Macmillan Visual Dictionary, http://dokter.indo.net.id

Kanker Ovarium (Indung Telur)

Kanker ovarium adalah kanker yang terjadi pada ovarium (indung telur). Kanker ini antara lain terjadi karena hormon estrogen dan progesteron tidak seimbang atau masuknya zat karsinogenik seperti bedak tabur dan asbes.

Tindakan yang perlu dilakukan ketika tumbuh kista, yaitu menunggu apakah kista tersebut hanya kista fungsional, kista yang bisa menyusut. Jika diketahui pada stadium dini, bisa dilakukan pengangkatan kista. Namun, jika kista akhirnya diketahui sebagai kanker, perlu pembedahan untuk mengangkat kanker atau ovarium.

Tumbuhnya kista pada ovarium diklasifikasi menjadi dua jenis: jenis yang jinak dan jenis kanker. Kemungkinan tumbuhnya kanker inilah yang perlu dikhawatirkan karena tidak ada gejala yang jelas.

Dengan demikian, pemeriksaan ginekologi rutin perlu dilakukan agar deteksi kanker ovarium bisa dilakukan sedini mungkin, sehingga pengobatannya pun bisa lebih cepat dan tidak membahayakan.

Organ Reproduksi Perempuan:

Gangguan siklus haid, menjadi sangat pendek atau menjadi jauh lebih panjang, harus diwaspadai. Apalagi jika disertai rasa tertekan pada kandung kemih, dubur, maupun organ lain dalam rongga perut, bisa jadi hal itu merupakan gejala kanker ovarium.

Menurut dr. Nasdaldy SpOG Onk, selain sel telur, ovarium juga memproduksi hormon reproduksi, seperti estrogen dan progesteron. Jika sel-sel ovarium terganggu, yang paling mudah dirasa adalah haid yang tidak teratur.

Kanker ovarium sebagian besar berbentuk kista berisi cairan maupun padat. Sebelum tampak pembesaran perut, kista telah menekan organ-organ di daerah perut. Jika menekan kandung kemih, daya tampung kandung kemih berkurang sehingga orang cenderung kencing (beser). Jika menekan dubur, penderita akan sembelit. Kista juga bisa menekan panggul, pembuluh darah dan saraf, menyebabkan perut bagian bawah tegang dan nyeri, terutama saat senggama.

Berbeda dengan kanker leher rahim yang mudah dideteksi dengan Pap-smear, kanker ovarium boleh dikatakan ‘silent killer’ alias pembunuh diam-diam. Pasalnya, ovarium terletak di bagian dalam sehingga tak mudah dideteksi. Sejauh ini belum ada metode deteksi dini yang memuaskan. Akibatnya, 70-80 persen kanker ovarium baru ditemukan pada stadium lanjut dan menyebar (metastesis) ke mana-mana.

Deteksi

Tumor ganas ovarium memang bisa dideteksi lewat petanda (marker) tumor Ca-125. Tetapi, tidak semua tumor ganas ovarium memprodulsi Ca-125.

Deteksi juga bisa dilakukan dengan ultrasonografi (USG) transvaginal. Meski lebih sensitif dibanding USG biasa, tetapi tetap belum bisamendeteksi penyebaran sel tumor. Oleh karena itu, pada pemeriksaan Pap-smear, dokter atau bidan selalu melakukan pemeriksaan dalam untuk melihat ada tidaknya benjolan/kista. Jika terasa benjolan, pasien dianjurkan melakukan USG transvaginal untuk memastikannya. Pemeriksaan penunjang lainnya adalah dengan CT-scan, MRI, maupun pemeriksaan laboratorium.

Penyebab pasti kanker ovarium belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor resiko, antara lain menikah, tidak punya atau sedikit anak, keadaan menggunakan bedak tabur di daerah vagina, haid dini, menopause terlambat, terkena radiasi, serta faktor genetik. Sedang yang menurunkan resiko adalah pernah hamil dan mempunyai anak, menggunakan pil kontrasepsi dan sterilisasi.

Umumnya penderita berusia 40 tahun ke atas, namun tidak tertutup kemungkinan anak/remaja bisa terkena, biasanya karena faktor genetik.

Partikel bedak tabur dari vagina bisa naik ke ovarium dan menempel pada luka saat terjadi pelepasan sel telur. Karena bersifat karsinogenik (memicu kanker)), bedak tabur akan mendorong sel ovarium melakukan pembelahan tak terkendali.

Pada stadium sangat dini (IA) dan jenis sel tidak terlalu ganas, tindakannya hanyalah operasi, kemudian diikuti perkembangannya. Pada stadium lebih dari IA, karena resiko kambuh lebih besar maka operasi dilanjutkan dengan kemoterapi. Radiasi tidak digunakan, karena lokasi penyebaran sel kanker terlalu luas. Apalagi organ di rongga perut, seperti hati dan ginjal tidak mampu menahan radiasi dosis tinggi.

Salah satu penyebab tingginya angka kematian adalah penanganan tidak memadai dari dokter sebelumnya. Yaitu operasi mempertimbangkan segi kosmetik, tanpa memastikan tumor jinak atau ganas. Agar luka operasi sekecil mungkin kista hanya dipecah, disedot cairannya, kemudian ditarik kulitnya. Tindakan mencoblos kista meningkatkan stadium kanker karena sel berserakan dan menyebar kemana-mana.

Sumber: KOMPAS, Mac Millan Health Encyclopedia,  dan berbagai sumber lain.

Langkah Sederhana Menghindari Anemia

Anemia (kekurangan zat besi) merupakan permasalahan yang kerap dijumpai di negara berkembang. Rata-rata penderitanya adalah anak-anak dan perempuan dewasa. Survei Kesehatan Rumah Tangga tahun 2001 menunjukkan bahwa anemia terjadi pada balita 0 – 5 tahun sekitar 47%, usia sekolah dan remaja sekitar 26,5% dan wanita usia subur sekitar 40%.

Anemia bisa disebabkan beberapa hal, antara lain kurangnya zat besi pada tubuh, infeksi cacing tambang atau pendarahan. Akibat lebih lanjutnya, anemia dapat menyebabkan turunnya produktivitas kerja karena timbulnya gejala lemah dan kurang tenaga. Sedangkan pada anak dapat menghambat perkembangan kecerdasannya dan pada wanita hamil juga dapat menyebabkan janin kurang gizi bahkan menjadi penyebab kematian ibu.

Untuk itu, ada beberapa hal yang dapat dilakukan:

Pertama, mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi secara teratur. Zat besi tersebut bisa ditemukan di daging sapi dan ayam, hati, telur, kacang-kacangan, kentang, ikan, nasi, roti gandum dan sayuran berdaun hijau.

Sayuran hijau yang dimaksud seperti daun bayam dan daun katuk yang direbus, yang dipercaya dapat menanggulangi masalah anemia. Akan tetapi, sebaiknya jangan menkonsumsi daun katuk lebih dari 50 gram daun segar per hari secara terus menerus dalam kurun waktu yang lama.

Kedua, jagalah kebersihan lingkungan untuk menghindari terkena penyakit cacing tambang yang menjadi salah satu penyebab penyakit anemia.

Ketiga, anemia juga dapat ditanggulangi dengan mengkonzat besi. sumsi obat yang mengandung 150 – 200 mg. Namun tentu saja pengobatan semacam ini harus dengan petunjuk dokter. Akan lebih baik bila anda mulai merasa mengalami beberapa gejala anemia seperti mudah lelah, pucat, berkurangnya konsentrasi atau sakit kepala dan telinga berdengung, segera berkonsultasi dengan dokter. Dari sini akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan pengobatannya pun disesuaikan dengan penyebab dari anemia tersebut, apakah karena kurangnya asupan makanan yang mengandung zat besi, karena pendarahan atau adanya infeksi cacing tambang.

Keempat, sebaiknya imbangi konsumsi zat besi dengan makanan yang kaya denagn vitamin C yang banyak terdapat didalam buah-buahan karena dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi.

Sumber: Harian KOMPAS

Angin Duduk (Angina Pectoris)

Pernahkah anda mendengar tetangga meninggal karena angin duduk? Angin duduk yang ditemui masyarakat ini, secara medis dinamakan angina pectoris.

Angina Pectoris adalah perasaan tidak nyaman pada dada yang terjadi karena kurangnya oksigen pada otot jantung.  Kurangnya oksigen pada otot jantung ini disebabkan karena terjadi penyempitan pada pembuluh darah jantung khususnya arteri coronaria. 

Pengobatan

Angina pectoris dapat dibagi menjadi beberapa subset klinik yaitu nagina pectoris stabil, angina pectoris tidak stabil, dan angina pectoris prinzmental.

Angina pectoris stabil mempunyai pola yang tetap dalam 30 hari dan tidak lama 15 menit. Angina ini dapat dicetuskan kembali oleh karena kegiatan fisik, emosi yang berlebihan, dan kadang-kadang sesudah makan.

Angina pectoris tidak stabil mempunyai pola yang berubah-ubah baik dari segi frekuensi, parahnya, lama sakitnya atau faktor pencetusnya. Sedangkan Angina Prinzmental terjadi pada waktu istirahat (seringkali pagi hari).

Gejala dari angina pectoris adalah sakit dada di tengah yang dapat menyebar ke salah satu atau kedua tangan, leher atau punggung. Sakit dada ini bersifat tegang tidak enak atau tertekan atau berat atau seperti diperas atau pegal.

Faktor-faktornya yang terbukti dapat meningkatkan resiko terkena angina pectoris adalah riwayat keluarga, obesitas, perokok, kencing manis, kolesterol tinggi, atau hipertensi.

Tujuan utama dari pengobatan angina pectoris adalah mengurangi gejala dan mengurangi kemungkinan yang dapat terjadi pada masa yang akan datang terutama miokard iskemia dan kematian. Maka dari itu, alangkah baiknya bila kita dapat mengurangi faktor-faktornya resiko agar kita dapat mencegah terjadinya kemungkinan yang buruk.

Bila anda merasakan gejala di atas, sebaiknya cepat periksakan ke dokter atau layanan kesehatan terdekat agar dapat diperiksa lebih lanjut seperti rekam jantung (ekg) atau arteriografi koroner dan mendapatkan penanganan sedini mungkin. Sebaiknya meminta bantuan orang lain untuk ke layanan kesehatan dan jangan mengendarai kendaraan sendiri. (dr. Jeffy Winarta Wahjudi)

Sumber: Harian Bali Post.

Masuk Angin & Keluar Angin …….

Istilah masuk angin mungkin hanya ada di negara kita Indonesia.

Jadi ingat waktu masih kerja di sekolah yang sebagian gurunya orang asing. ‘What?’…….. apa itu?’…. pertanyaan pertama yang dilontarkan Ms. Karen (Inggris asli) ketika salah satu teman nyeletuk: “saya masuk angin…”. Setelah teman itu menjelaskan, dia berkomentar lagi sambil tersenyum dan tetap terheran-heran : ….”di negara saya tidak ada penyakit yang namanya …masuk angin..”

(Menurut sumber: Wikipedia)> Masuk angin adalah suatu “penyakit” yang disebabkan karena berkumpulnya gas yang tidak merata di dalam tubuh. Masuk Angin diyakini menjadi penyakit yang nyata, namun saat ini belum ada bukti medis untuk mendukung klaim ini. Penyakit ini mirip influenza karena gejala dan penyebabnya hampir sama

Biasanya penyebab utamanya adalah udara dingin yang berlebihan. Contohnya adalah terlalu lama di ruangan AC, bermain hujan-hujanan, cuaca yang dingin, dan lainnya. Penyebab lainnya adalah terlalu banyak tertawa, salah makan, kurang kentut, atau karena terlalu lelah.

Gejala masuk angin antara lain :

  • Tubuh terasa tidak nyaman
  • Selalu merasa kedinginan (terutama di ujung jari kaki dan tangan)
  • Cegukan
  • Perut kembung
  • Mudah lelah
  • Sering mengantuk
  • Pilek
  • Demam
  • Diare
  • Mual dan muntah

Pengobatan yang biasanya dilakukan adalah dengan diurut, digosok dengan minyak gosok, atau minum air hangat. Selama menderita masuk angin, penderita tidak boleh berada di ruangan dingin (terutama ruangan AC) dan tidak boleh terlalu lelah. Karena ini, banyak orang pernah tewas akibat heatstroke, yang merupakan kondisi medis yang nyata.

Keluar Angin (buang angin) > tidak ada referensi khusus yang membahas istilah ini. Tetapi, apabila kita mengalami masuk angin, belum nyaman rasanya kalau ‘angin’ tersebut masih bercokol dalam tubuh kita. Kebanyakan dari kita selain cara diatas, ada cara tradisional untuk menyembuhkannya, yaitu dengan cara dikerok (menggunakan koin/uang logam  dengan terlebih dulu diolesi minyak kayu putih, biasanya di bagian punggung).

Jadi….mana yang anda pilih?

AUTIS

Autis adalah bentuk gangguan pertumbuhan kompleks yang mempengaruhi kemampuan seorang anak dalam berinteraksi dan berkomunikasi.

Gangguan autis biasanya mulai muncul pada tiga tahun pertama perkembangan anak. Anak atau orang dewasa yang mengalami gangguan autis memiliki kesulitan komunikasi verbal dan non verbal, interaksi sosial, dan aktivitas bermain.

Bagian-bagian otak yang mengalami gangguan pada penderita autis:

1. Corpus Callosum

Terdiri dari kumpulan serat yang menghubungkan bagian otak kiri dan kanan serta memungkinkan komunikasi antar keduanya.

2. Pangkal Otak

Berfungsi sebagai “stasiun relay” menyampaikan pesan antara bagian tubuh dan cerebral cortex (bagian otak yang berfungsi mental, pergerakan, persepsi, dan reaksi perilaku).

3. Cerebellum

Berfungsi mengatur aktivitas motorik, kesimbangan, gerakan tubuh, koordinasi, dan otot yang terlibat ketika bicara.

Gejala-gejala Autis:

> Tertawa tanpa sebab

> Tidak takut /tidak peduli bahaya

> Tidak peka terhadap rasa sakit

> Tidak suka dimanja

> Melakukan permainan yang tidak biasa dan berulang-ulang

> Menghindari kontak mata

> Lebih suka menyendiri

> Sulit mengekspresikan kebutuhan

> Keterikatan yang tidak biasa terhadap obyek

> Menekankan sesuatu harus sama

> Cenderung meniru/mengulang kata

> Tidak peka terhadap suara

> Suka memutar obyek atau diri sendiri

> Sulit berinteraksi dengan orang lain

(Sumber: KOMPAS)

Kenali Warna Lambang Obat

Obat. Sebuah benda kecil yang mampu menyembuhkan sekaigus dapat menjadi bumerang bagi penderitanya. Benda kecil yang awalnya dijauhi ini kemudian berkembang menjadi salah satu kebutuhan utama dalam kehidupan manusia.

Tanpa obat, betapa sulitnya untuk menanggulangi virus dan penyakit yang sudah semakin banyak di dunia ini. Ada berbagai macam obat di dunia farmasi. Jenis yang paling banyak kita kenal biasanya adalah antibiotik, kemudian masih ada obat jenis analgetik (mampu mengurangi rasa nyeri), antipiretik (obat yang mampu menurunkan suhu tubuh tinggi), antiseptik (untuk mencegah pertumbuhan bakteri), dan masih banyak lagi. Pengkonsumsian berbagai jenis obat tersebut disesuaikan dengan tujuan pengobatan dan digunakan dengan berbagai cara pula.

Ada kalanya pula, kita jatuh sakit. Kadang kita pun mengobati diri sendiri dengan membeli obat bebas di pasaran. sebagai orang awam, kita sering dipusinkan dengan berbagai jenis obat yang beredar di pasaran. Agar terjadi kesalahan fatal saat mengkonsumsi obat, ada baiknya bila kita pun mengetahui beberapa warna lambang yang biasa kita lihat di bungkus obat bagian depan sebelum mengkonsumsi obat tersebut.

Obat bebas

Obat bebas adalah obat yang dapat kita beli di apotik tanpa harus menggunakan resep dokter. Biasanya, jenis obat bebas yang sering dibeli adalah vitamin. Untuk mengetahuinya dengan melihat lingkaran hijau.

Obat bebas terbatas

Obat bebas terbatas adalah jenis obat keras dengan batasan jumlah dan kadar isi tertentu yang harus mempunyai tanda peringatan (P), namun dapat dijual bebas. contohnya adalah obat asma, obat anti muntah, atau obat flu. Tandanya adalah lingkaran berwarna biru.

Obat keras

Tanda khususnya adalah lingkaran berwarna merah. Untuk memperoleh obat ini harus dengan resep dari dokter. Contohnya adalah obat antibiotika, obat injeksi, obat jantung, dll.

Dengan memperhatikan lambang-lambang tersebut, diharapkan tidak terjadi kesalahan dalam meminum obat. Contohnya obat flu, sebuah obat yang paling banyak dijual bebas pun, mempunyai dua lambang yang berbeda. Oleh sebab itu sebagai konsumen kita harus teliti dan cermat dalam membeli obat agar tidak menjadi bumerang bagi kita.

Sesuaikanlah obat yang diminum dengan kondisi tubuh dan penyakit yang diderita.

(Sumber: KOMPAS)

KEGAGALAN 2% KB SUNTIK?

kb

Rabu, 5 Februari 1997

Pada saat itu usia kandunganku 6 bln lebih 2 minggu, tiba-tiba perutku sakit bukan kepalang, melilit-lilit gak karuan, langsung aku telpon suamiku. Gak pikir panjang langsung aku ke bidan, dikasi obat penguat, aku disuruh ‘bedrest’ dengan catatan  kalau sampai jam 1 masih sakit langsung ke rumah sakit. Ternyata memang sakit perutku malah menjadi-jadi. Ke RS langsung ke UGD, diperiksa, dokter bilang ini harus diangkat…aku pasrah…

Sampai akhirnya…bayi dalam kandunganku mendesak keluar…sakitnya melebihi sakit waktu melahirkan anak pertama dan kedua. Aku berharap bayiku lahir sempurna….alhamdulillah memang sempurna…lengkap…cuma…kenapa gak menangis? aku berdoa apapun yang terjadi dengan bayiku…yang terbaik untuknya…bayiku perempuan…lahir prematur…berat 1 kg, langsung dirawat di inkubator…2 hari bayiku di inkubator. Belum sempat aku mengelusnya, apalagi menyusuinya…bayiku sudah kembali ke pangkuan Allah S.W.T. Innalillahi wainna ilaihi roji’un…

Aku iklas seiklas-iklasnya…aku sempat merasa berdosa, karena sebelumnya aku gak tahu kalau aku lagi hamil, karena waktu itu aku menggunakan KB suntik, yang kadang menstruasi gak lancar, waktu merasakan mual aku pikir maagku lagi kumat, periksa ke dokter umum, dikasi obat. Aku suntik sesuai jadwal yang ada di kartu, termasuk pas lagi mual aku sempat suntik KB lagi karena sudah jadwal. tapi mualku gak hilang-hilang, malah bertambah pusing dan pengen makan yang asem-asem. Aku curiga jangan-jangan lagi ngidam, langsung tes urine di RS…kayak disamber petir aku kaget, takut, gemeter, hasil POSITIF, perasaanku seperti ini karena aku sempat suntik KB, aku takut janinku cacat akibat pengaruh obat KB.  Aku periksa lagi ke bidan tempat aku suntik KB, tes urine lagi dan ternyata memang positif, koq bisa? bidan bilang ini termasuk kegagalan 2% KB suntik. Sempat terpikir untuk menggugurkannya, ada teman ngasi tahu klinik yang bisa untuk menggugurkan. Semalam dua malam sulit tidur…stres…akhirnya aku dan suami sepakat untuk tetap memelihara kandunganku, apapun hasilnya nanti…dengan alasan…kita sudah berusaha menutupinya dengan berKB, tapi Tuhan masih memberi…kita tak kuasa untuk menolak…akhirnya aku mensyukurinya…dan tetap menjaga kandunganku…walaupun jujur…sering terlintas bagaimana keadaan janinku?

Sampai akhirnya…5 Februari 1997 hanya sebatas itu usia janinku dalam kandunganku…mungkin itu yang terbaik untuk anakku…Allah Maha Tahu dan Maha Bijaksana. LIRA FERANI nama yang kuberikan untuk bayi mungilku yang cantik…bibir mungil..hidung mancung…wajah tirus…Semoga kamu nyaman di pangkuan Tuhan…Amin…

Kemarin malam dia datang dalam mimpiku…dia lucu sekali…paginya saat aku bangun langsung lihat kalender sambil tanya suamiku…tanggal berapa sekarang? suamiku heran melihat aku…tanggal lima…lima…lima…ada apa sih? aduh syukur…belum terlewat…tgl 5 hari lahir anak kitaa…suamiku juga baru ingat…tadi aku mimpi anak kecil…pasti itu anak kita…maaf Lira…
Kalau saja kamu ada…kamu sekarang sudah kelas 1 SMP
I Love You Lira…

http://tampilmodis.multiply.com mamah persembahkan untuk kamu…Lira Ferani

MENSTRUASI & KEHAMILAN

mens21

MENSTRUASI

Ketika wanita mencapai pubertas, maka organ-organ reproduksinya akan berkembang. Perkembangan organ tersebut diikuti dengan terjadinya menstruasi (datang bulan atau haid). Menstruasi merupakan siklus bulanan yang ditandai oleh pengeluaran darah dan sekreta (hasil pengeluaran kelenjar) dari vagina.

Menstruasi dipengaruhi oleh peningkatan aktivitas hormon-hormon reproduksi antara lain: progesteron, estrogen, folicle-stimulating hormone (FSH), luteinizing hormone (LH), dan luteotropic hormon (LTH)Estrogen dan progesteron dihasilkan oleh ovarium (indung telur), sedangkan FSH, LH, dan LTH dihasilkan oleh kelenjar pituitari (hipofisis)yang mengeluarkan hormon langsung ke aliran darah. Kelenjar pituitari berperan penting dalam mengatur fungsi-fungsi endoktrin.

Siklus Menstruasi

Siklus menstruasi dimulai dengan proses ovulasi, yaitu pelepasan ovum (sel telur) yang sudah matang dari ovarium. Proses ovulasi dipengaruhi oleh hormon FSH, sedangkan pematangan sel telur dipengaruhi oleh LH. Apabila ovum dibuahi oleh sel sperma, maka hasil pembuahan akan menempel pada endometrium (dindingrahim)yang telah menebal . Akan tetapi apabila proses pembuahan tidak terjadi, maka endometrium mengalami peluruhan. Proses pengeluaran endometrium ini dikenal dengan sebutan menstruasi. Pada umumnya siklus menstruasi terjadi dalam periode 28 hari, namun siklus ini dapat saja terjadi dalam 23 hari atau 35 hari. Adapun pengeluaran darah menstruasi bisa berlangsung sekitar 3 – 7 hari.

Minggu ke-1: Lapisan rahim pecah dan keluar sebagai aliran darah haid melalui vagina.

Minggu ke-2: Lapisan menebal kembali sebagai persiapan untuk sel telur berikut yang menjadi matang dalam indung telur.

Minggu ke-3: Sel telur matang lepas dari indung telur. Sel telur dapat dibuahi selama 36 jam dalam saluran telur.

Minggu ke-4: Sel telur mencapai rahim, lalu tertanam jika dibuahi, atau pecah jika tidak dibuahi.

Menarche (menstruasi pertama)

Menstruasi pertama biasanya dialami oleh seorang wanita pada usia 12 – 14 tahun. Apabila menstruasi belum terjadi pada usia 16 tahun, maka perlu pemeriksaan ginekolog. Menarche biasanya diikuti perkembangan payudara dan rahim serta pertumbuhan rambut pada bagian sekitar kemaluan.

PMS (Pre-Menstrual Syndrome)

Pre-MenstruasiSyndrome (PMS) adalah kondisi tidak nyaman bagi seorang wanita sebelum sampai menstruasi. PMS disebabkan oleh aktivitas hormon estrogen dan progesteron selama siklus menstruasi. Pada umumnyaPMS ditandai dengan perubahan emosi (mudah marah, depresi, dan sulit tidur), gangguan pencernaan ( mual, muntah, dan sulit buang air besar), peningkatan berat badan, timbulnya jerawat, dan pusing.

Gangguan Siklus Menstruasi

Wanita dapat mengalami gangguan menstruasi seperti dismenore, amenore dan menoragia.

Dismenore adalah rasa nyeri dan kram pada perut bawah selama menstruasi, biasanya timbul pada hari pertama dan kedua.

Amenore adalah kondisi tidak adanya menstruasiselama lebih 3 bulan. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain abnormalitas organ reproduksi, ketidakseimbangan hormon, dan kehamilan.

Menoragia adalah perdarahan yang berlangsung lebih dari 7 hari dan dalam jumlah yang lebih banyak dari kondisi normal.

Perhitungan Terjadinya Ovulasi

Dalam periode siklus menstruasi 28 hari, ovulasi biasanya terjadi pada hari ke 14. Untuk periode siklus di luar 28 hari, ovulasi dihitung sebagai berikut:

OVULASI = PERIODE SIKLUS – 14

Misalnya, apabila siklus menstruasi seorang wanita adalah 30 hari, maka ovulasi terjadi pada hari ke 16.

( Sumber dari: Ensiklopedi Umum untuk Pelajar #7 )

KEHAMILAN

Kehamilan adalah serangkaian proses perubahan pada jaringan atau organ tubuh seorang perempuan akibat perkembangan janin di dalam uterus (rahim). Periode ini dimulai dari proses fertilisasi atau pembuahan sel sperma terhadap ovum (sel telur) pada saluran reproduksi dan implantasi (melekatnya) embrio pada endometrium (dinding rahim). Pada umumnya kehamilan diikuti dengan proses kelahiran bayi.

Proses fertilisasi terjadi di dalam tuba fallopi (saluran telur). Pada kondisi normal, ovum hanya dapat dibuahi oleh satu sel sperma. Ovum yang telah dibuahi akan mengalami pembelahan, mulai dari fase zigot sampai fase morula, fase blastula dan fase tropoblas.

Tanda Kehamilan

Kehamilan dapat ditandai dengan beberapa hal. Darah dan air seni pada perempuan yang hamil mengandung hormon human chorionic gonadotropin (HCG) yang merangsang aktivitas ovarium dan pembentukan plasenta.

Wanita yang sedang hamil tidak mengalami menstruasi atau mengalami amenorea. Selain itu, kehamilan juga ditandai dengan rasa mual dan muntah pada pagi hari, terutama pada bulan pertama kehamilan, mengidam, peningkatan frekuensi buang air kecil (akibat tertekannya kandung kencing oleh rahim yang membesar), dan pembesaran payudara.

Periode Kehamilan

Masa kehamilan dapat dibagi dalam 3 periode, yaitu trimester I, II, dan III.

Pada trimester I, periode 3 bulan pertama berlangsung pada saat usia kehamilan 0 – 12 minggu. Periode ini merupakan awal pembentukan organ-organ tubuh janin.

Pada trimester II, ketika kehamilan berusia 12 – 28 minggu, organ-organ tubuh janin telah terbentuk secara lengkap meskipun belum sempurna.

Pada trimester III, ketika kehamilan berusia 28 – 42 minggu terjadi penyempurnaan organ tubuh janin.

Pemeriksaan kehamilan sebaiknya dilakukan sebulan sekali selama trimester I dan II. Pada tahap selanjutnya dilakukan 2 minggu sekalisetelah usia kehamilan 28 minggu, dan seminggu sekali setelah usia kehamilan 36 minggu.

Hal ini dimaksudkan agar pertumbuhan dan perkembangan janin serta kondisi kesehatan ibu hamil dapat terpantau. Beberapa pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pengukuran tinggi dan berat badan, serta pemberian suplemen atau vitamin.

Plasenta dan Air Ketuban

Plasenta atau ari-ari merupakan organ atau jaringan yang terbentuk di dalam rahim pada saat usia kehamilan 16 minggu. Organ ini akan tumbuh hingga mencapai sekitar 500 g seiring dengan pertumbuhan janin dan pembesaran rahim. Plasenta berbentuk bulat dengan diameter sekitar 15 – 20 cm dan ketebalan sekitar 2,5 cm. Organ ini dilengkapi dengan tali pusat yang panjangnya sekitar 50 cm. Tali pusat berfungsi sebagai penghubung antara sistem peredaran darah janin dan sistem peredaran darah itu. Selain plasenta, perkembangan janin juga disertai dengan pembentukan air ketuban. Air ketuban berwarna putih agak keruh dan berbau khas. Cairan ini tersusun dari komponen air, garam anorganik, lemak dan rambut halus janin. Air ketuban berfungsi untuk melindungijanin dari benturan, menjaga temperatur tubuh janin, memberi ruang gerak janin agar dapat bergerak secara bebas, serta melancarkan proses persalinan.

( Sumber dari: Ensiklopedi Umum untuk Pelajar #5 )