Tidur dan Mimpi

TIDUR dan MIMPI

Sepertiga umur manusia dihabiskan untuk tidur. Selama tidur, tubuh manusia beristirahat dan otak mengolah informasi yang diserap di sepanjang hari sebelumnya.Tidur adalah kegiatan alami dan penting, sebagai bagian dari daur bangun dan tidur selama 24 jam. Tidur adalah keadaan alih kesadaran dimana seseorang dapat dibangunkan dengan mudah dari tidurnya. Kurang tidur dapat membuat kita lelah, bingung, bahkan mengalami halusinasi.Para ahli mengamati perilaku beberapa orang dengan memakai alat yang dinamakan elektroensefalograf ( EEG ) untukmengukur gelombang otaknya.Pada saat kita tidur maupun terjaga, gelombang otak senantiasa dihasilkan oleh “lalu lintas elektro” yang sibuk yang melintas melalui milyaran neuron dalam otak.

Gelombang-gelombang otak yang berlainan dihasilkan berdasarkan seseorang dalam keadaan terjaga, waspada, mengantuk, atau tertidur lelap. Mimpi adalah peristiwa yang dialami seseorang selama tidur. Mungkin, mimpi adalah efek samping dari kegiatan otak dalam mengurutkan pengalaman sepanjang hari sebelumnya dan menyimpannya dalam ingatan.

Tidur Nyenyak dan Bermimpi

Tidur mengikuti pola urutan peristiwa tertentu, yang dapat berulang dengan sendirinya. Ketika tidur, kita mengalami beberapa tahap tidur ; mulai dari tahap setengah sadar hingga tahap tidur lelap atau kerjapan mata lambat atau NREM ( nonrapid-eye-movement ). Detak jantung dan laju pernapasan menurun dan aktivitas otak melambat.

Setelah 90 menit, tahap tidur lelap beralih ke tahap tidur mengambang atau kerjapan mata cepat atau REM ( rapid-eye-movement ). Mata bergerak dibawah kelopak mata dan berlangsunglah mimpi. Laju pernapasan dan detak jantung terus meningkat, dan aktivitas otak bertambah giat. Tubuh tidak bergerak dan otot-otot dalam keadaan ‘lumpuh’ , barangkali untuk mencegah si penidur tidak melaksanakan mimpinya. Selang 5 hingga 10 menit, si penidur akan mengalami tidur lelap.

Di sepanjang malam, pola ini terus berulang hingga lima kali, dengan tahap tidur REM dimulai setiap selang 90 menit. Rentang waktu tidur lelap terus memendek di sepanjang malam, dan periode tidur REM kian memanjang. Periode REM terakhir berlangsung hingga 50 menit.

Sumber: Ensiklopedi Pelajar

~ by Elly Rosali on 18 January, 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Kompilasi Perkara Yogi Saputro

Menulislah, mungkin suatu saat berguna...

Flaschenpost

125˚ EAST / 1˚ NORTH

Jaka Grosir On Line

Grosir Baju Anak Dan Dewasa

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

Arip Blog

Aku berpikir dan berpikir dan mengada-ada!

NengWie

Lelengkah halu di Pangumbara'an

Wind Against Current

Thoughts on kayaking, science, and life

sianakdesa

-just another part of me-

Flickr Comments

I like to support interaction

A Shade Of Pen

A journey of exploration of my ownself and yours as well!

Jared Gulian

Author of 'Moon Over Martinborough: How an American city boy became a Kiwi farmer'

Bams' Blog

FAMILY | FRIENDSHIP | PHOTOGRAPHY | BUSINESS |

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Blog Deni Mulyadi

Berbagi Ilmu dengan Media Blog

Alamendah's Blog

Flora, Fauna, dan Alam Indonesia

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Matahari Senja

melukis pendar cahaya untuk dunia...

Hujan Jam 13

".......Sebagaimana Hujan Yang Purba......"

%d bloggers like this: