AUTIS

Autis adalah bentuk gangguan pertumbuhan kompleks yang mempengaruhi kemampuan seorang anak dalam berinteraksi dan berkomunikasi.

Gangguan autis biasanya mulai muncul pada tiga tahun pertama perkembangan anak. Anak atau orang dewasa yang mengalami gangguan autis memiliki kesulitan komunikasi verbal dan non verbal, interaksi sosial, dan aktivitas bermain.

Bagian-bagian otak yang mengalami gangguan pada penderita autis:

1. Corpus Callosum

Terdiri dari kumpulan serat yang menghubungkan bagian otak kiri dan kanan serta memungkinkan komunikasi antar keduanya.

2. Pangkal Otak

Berfungsi sebagai “stasiun relay” menyampaikan pesan antara bagian tubuh dan cerebral cortex (bagian otak yang berfungsi mental, pergerakan, persepsi, dan reaksi perilaku).

3. Cerebellum

Berfungsi mengatur aktivitas motorik, kesimbangan, gerakan tubuh, koordinasi, dan otot yang terlibat ketika bicara.

Gejala-gejala Autis:

> Tertawa tanpa sebab

> Tidak takut /tidak peduli bahaya

> Tidak peka terhadap rasa sakit

> Tidak suka dimanja

> Melakukan permainan yang tidak biasa dan berulang-ulang

> Menghindari kontak mata

> Lebih suka menyendiri

> Sulit mengekspresikan kebutuhan

> Keterikatan yang tidak biasa terhadap obyek

> Menekankan sesuatu harus sama

> Cenderung meniru/mengulang kata

> Tidak peka terhadap suara

> Suka memutar obyek atau diri sendiri

> Sulit berinteraksi dengan orang lain

(Sumber: KOMPAS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s